Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji mengungkapkan rencana pemerintah untuk mengakuisisi sejumlah perusahaan tekstil melalui Danantara. Salah satu perusahaan yang masuk dalam rencana tersebut adalah PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex). Langkah ini direncanakan menjadi bagian dari pembentukan badan usaha milik negara (BUMN) tekstil untuk memperkuat industri tekstil nasional.

Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI) menyoroti lemahnya penegakan hukum terhadap dugaan praktik dumping dan impor ilegal yang dinilai semakin menekan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional. Kondisi tersebut diklaim turut berkontribusi terhadap penutupan lebih dari 100 perusahaan dan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ratusan ribu pekerja dalam empat tahun terakhir.

Tren fast fashion yang mendorong pergantian gaya berpakaian secara cepat berpotensi meningkatkan penumpukan limbah tekstil. Pakaian yang masih layak pakai kerap tidak lagi digunakan karena perubahan tren, sehingga diperlukan alternatif pemanfaatan agar masa pakainya dapat diperpanjang. Menanggapi persoalan tersebut, REKA Project mengajak generasi muda mengenal praktik upcycling dengan mengolah pakaian lama menjadi produk baru yang memiliki nilai guna.

Pasar daur ulang tekstil global diproyeksikan mengalami pertumbuhan signifikan dalam satu dekade mendatang. Nilai pasar yang diperkirakan mencapai USD 6,4 miliar pada 2026 berpotensi meningkat menjadi USD 14,2 miliar pada 2036, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan atau Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 7,5%.