Bahan dasar yang digunakan dalam produk tekstil menjadi salah satu aspek penting dalam memastikan kesesuaian produk dengan standar halal. Meski demikian, status halal sebuah produk tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan jenis kain yang digunakan, melainkan perlu melihat komposisi bahan dan seluruh proses produksinya.

Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA) dinilai memiliki peluang besar untuk meningkatkan ekspor Indonesia ke pasar Uni Eropa, terutama bagi komoditas yang menghadapi tekanan tarif dan hambatan perdagangan di Amerika Serikat (AS).

Industri halal di Indonesia terus berkembang dan tidak lagi terbatas pada sektor makanan dan minuman. Konsep halal kini mulai merambah industri fashion, termasuk produk tekstil yang menjadi bahan utama dalam pembuatan berbagai kebutuhan sandang.

Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional terus memperkuat daya saing di tengah persaingan industri global. Sektor yang dikenal sebagai salah satu industri padat karya ini masih memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia dengan menyerap lebih dari 3,8 juta tenaga kerja dan mencatatkan nilai ekspor sekitar USD4,85 miliar pada Semester I 2026.

Maybank Marathon 2026 tidak hanya menghadirkan kompetisi lari yang diikuti ribuan pelari dari berbagai negara. Ajang yang berlangsung di Bali tersebut juga membawa agenda keberlanjutan melalui berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pengelolaan limbah tekstil, pemberdayaan masyarakat, hingga upaya mengurangi jejak emisi.