Perubahan ekonomi global menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi perdagangan Indonesia. Produk dalam negeri dituntut semakin kompetitif di tengah persaingan dengan barang impor, sementara pelaku usaha nasional, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), membutuhkan dukungan untuk memperluas jangkauan pasar hingga ke tingkat internasional. Penguatan produk lokal, peningkatan daya saing industri, serta perluasan akses ekspor menjadi langkah penting dalam mendorong pertumbuhan perdagangan nasional.

Sebanyak 200 karya seni quilt dari Indonesia, Malaysia, dan Singapura akan meramaikan Citrapata Quilt Exhibition 2026 yang digelar pada 20–22 Oktober 2026 di Balai Sarbini, Jakarta. Mengusung tema “Symphony of Threads & Fabrics”, pameran ini menjadi wadah bagi para kreator untuk menampilkan keindahan seni tekstil melalui perpaduan teknik, warna, motif, serta cerita yang tertuang dalam setiap karya.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan dukungannya terhadap rencana Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara membentuk badan usaha milik negara (BUMN) di sektor tekstil. Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem industri tekstil nasional, termasuk melalui opsi pengambilalihan aset perusahaan yang mengalami kesulitan usaha, seperti eks PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex).

Pemerintah berencana membentuk badan usaha milik negara (BUMN) di sektor tekstil melalui akuisisi sejumlah perusahaan, termasuk PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex). Langkah ini menjadi bagian dari upaya konsolidasi industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional guna memperkuat rantai pasok serta meningkatkan daya saing di tengah persaingan industri global.