Di tengah persaingan industri yang semakin ketat, pemerintah terus memperkuat peran industri kecil dan menengah (IKM), khususnya pada subsektor fesyen dan kriya. Upaya ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha agar mampu mengikuti perubahan tren pasar sekaligus menjawab tuntutan global yang semakin dinamis.

Pertumbuhan populasi muslim dunia turut mendorong meningkatnya permintaan terhadap produk fesyen muslim atau modest fashion. Di era digital, tren ini semakin berkembang luas dan inklusif, tidak hanya digunakan oleh umat muslim, tetapi juga diminati berbagai kalangan lintas budaya dan gaya hidup. Fenomena ini menjadikan modest fashion sebagai salah satu sektor industri yang memiliki prospek besar di pasar global.

Kinerja ekspor industri tekstil dan garmen Indonesia kembali menunjukkan tren positif. Dari Yogyakarta, PT Busana Agracipta Remaja 1 berhasil mengirimkan sebanyak 3.702 boks pakaian dalam ke pasar Jepang dan Jerman pada 12 Maret 2026. Pengiriman dilakukan menggunakan dua kontainer berukuran 40 feet dengan nilai devisa mencapai USD363.143,4 atau sekitar Rp6 miliar.

Perdagangan pasar saham Indonesia pada Rabu, 25 Maret 2026, ditutup dengan kinerja impresif setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat lonjakan signifikan. IHSG menguat sebesar 195,282 poin atau 2,75% ke level 7.302,121, meskipun sempat dibuka melemah di posisi 7.073,762. Penguatan ini mencerminkan optimisme pasar yang kembali meningkat seiring sentimen positif dari kawasan global.