Pemerintah Amerika Serikat resmi memberlakukan tarif impor tambahan sebesar 10% terhadap produk asal Indonesia mulai 24 Juli 2026. Kebijakan tersebut merupakan hasil investigasi berdasarkan Section 301 Trade Act of 1974 yang menempatkan Indonesia bersama sekitar 60 negara mitra dagang lain, termasuk Malaysia, India, Meksiko, Kanada, dan Inggris, sebagai negara yang dikenai tarif tambahan.
Kebijakan baru Amerika Serikat (AS) yang mengenakan tarif impor lebih tinggi terhadap produk tekstil Vietnam membuka peluang bagi industri tekstil dan produk tekstil (TPT) Indonesia untuk meningkatkan daya saing di pasar AS. Indonesia dikenai tarif sebesar 10% dan bahkan berpeluang memperoleh tarif 0% untuk produk pakaian jadi melalui skema tertentu.
Kebijakan terbaru Amerika Serikat (AS) yang menetapkan tarif impor baru terhadap produk tekstil dari sejumlah negara dinilai membuka peluang bagi industri tekstil dan produk tekstil (TPT) Indonesia untuk meningkatkan daya saing di pasar Negeri Paman Sam. Aturan tersebut mulai berlaku pada 24 Juli 2026 setelah berakhirnya masa penerapan tarif global pada 23 Juli 2026 berdasarkan hasil investigasi Section 301 Trade Act of 1974.
BELL Andalkan Trisula Innovation Center untuk Perkuat Produk Tekstil Kustom dan Perluas Pasar Ekspor
PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) terus memperkuat strategi inovasi sebagai upaya menjaga pertumbuhan bisnis jangka panjang di tengah persaingan industri tekstil yang semakin ketat. Perseroan menjadikan pengembangan produk bernilai tambah dan layanan kustomisasi sebagai keunggulan utama untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang semakin beragam, baik di pasar domestik maupun internasional.
Kebijakan Pemerintah Amerika Serikat (AS) yang mulai memberlakukan tarif tambahan sebesar 10 persen terhadap produk asal Indonesia pada 24 Juli 2026 memunculkan kekhawatiran di kalangan pelaku usaha. Kebijakan tersebut dinilai berpotensi menekan daya saing ekspor nasional, terutama bagi industri manufaktur padat karya seperti tekstil dan produk tekstil (TPT), pakaian jadi, serta alas kaki yang selama ini mengandalkan pasar Amerika Serikat sebagai salah satu tujuan ekspor utama.
- KAHMI Tekstil Desak Langkah Preventif, Ancaman PHK 1.470 Pekerja Dinilai Cerminan Lemahnya Tata Kelola Industri
- Industri Padat Karya Waspadai Tarif Baru AS, Tekstil dan Alas Kaki Paling Rentan Terdampak
- Ancaman PHK 1.470 Buruh Garmen di Jateng, Satgas PHK Siapkan Langkah Pencegahan
- Kemenperin Pastikan PT Samwon Tak Tutup Total, Fokus Mitigasi Dampak Restrukturisasi di Jepara
- IEAEU FTA Buka Peluang Baru, Ekspor Tekstil Indonesia Berpotensi Makin Kompetitif
- BELL Andalkan Trisula Innovation Center untuk Dongkrak Ekspor dan Produk Bernilai Tambah
- UNS Gandeng Kampus Filipina Ciptakan Photometer Portabel untuk Pantau Limbah Tekstil
Page 1 of 120
- You are here:
- Home
Terpopuler
- Peserta Pameran Global dari Berbagai Sub-sektor Dipastikan Hadir di Cinte Techtextil China 2025
- Stabilitas Pasar Kapas Global: Harga Acuan Dunia Bergerak Terbatas di Akhir 2025
- Intertextile Shanghai Edisi Musim Semi 2026 Kembali Digelar: Soroti Tren Pasar Mendatang, Inovasi, AI, dan Sustainability
- Kaleidoskop Tekstil dan Produk Tekstil 2025
- Industri Tekstil Hadapi Tahun Penentuan, Kendala Masih Membayangi Optimisme 2026
- Industri Tekstil 2025 di Persimpangan Jalan: Ketika Raksasa Satu per Satu Tumbang
- Yarn Expo Spring 2026 Soroti Transformasi Industri Menuju Masa Depan Benang dan Serat yang Berkelanjutan
Pustaka
- Sejarah Serat Buatan (Man-Made Fibres)
- Sumbu Perlawanan di Atas Sehelai Kain: Sejarah Industri Tekstil Jawa Tengah dan Gerakan Syarikat Dagang Islam H. Samanhudi
- Menapak Jejak Kota Senter: Sejarah Industri Tekstil Majalaya dari Alat Tenun Gedogan hingga Era Modern
- Sejarah Tekstil Indonesia dari Masa Kuno hingga Era Modern
- Sejarah Industri Tekstil Dunia yang Mengubah Wajah Manusia