Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) mulai memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) serta digitalisasi dalam proses produksi guna meningkatkan produktivitas di tengah tekanan biaya operasional dan kenaikan upah tenaga kerja.

Dalam momentum peringatan Hari Bumi 2026, PLN Indonesia Power UBP Barito melalui Ranger PLN IP UBP Barito turut ambil bagian dalam gerakan peduli lingkungan dengan menggelar pengumpulan pakaian tak layak pakai untuk didaur ulang menjadi produk yang lebih bernilai guna.

Pemerintah melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) memperluas cakupan program Wajib Halal Oktober 2026 dengan menyasar lebih banyak kategori produk, termasuk tekstil dan berbagai barang yang bersentuhan langsung dengan kulit. Kebijakan ini dinilai menjadi langkah penting dalam memperkuat perlindungan konsumen sekaligus meningkatkan transparansi produk yang beredar di masyarakat.

Pemerintah berupaya mendorong kebangkitan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional melalui penyediaan fasilitas pembiayaan murah untuk peremajaan mesin produksi. Langkah ini dilakukan setelah sektor tekstil dan alas kaki dinilai kesulitan memperoleh akses kredit dari perbankan karena kerap dianggap sebagai industri yang sudah tidak prospektif atau sunset industry.

Industri pakaian jadi dalam negeri mulai menghadapi tekanan serius akibat kelangkaan bahan baku kain dan benang yang kian terasa dalam beberapa waktu terakhir. Gangguan pasokan ini dipicu oleh konflik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada rantai pasok global, sehingga menghambat aktivitas produksi di berbagai lini industri tekstil.