Argo Manunggal Group mengembangkan proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap berkapasitas 4.463 kWp di empat pabrik tekstilnya sebagai langkah meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mendukung industri berkelanjutan. Empat pabrik yang terlibat dalam proyek tersebut yakni Argo Pantes, Timatex, Damatex, dan Kamaltex.

Managing Director Argo Manunggal Group, Johny Tjongiran, menyatakan bahwa peng

Pemerintah berupaya memperkuat daya saing industri tekstil nasional melalui penyediaan fasilitas kredit berbunga rendah untuk peremajaan mesin produksi. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa dukungan tersebut akan diberikan melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank.

Sentra penjualan pakaian bekas atau thrifting di Pasar Senen, Jakarta Pusat, masih menjadi magnet bagi masyarakat. Keramaian terlihat di area lantai dua yang dipenuhi toko-toko penjual pakaian bekas, terutama gerai yang menjual pakaian wanita seperti kemeja, blazer, hingga celana panjang.

Industri tekstil nasional mulai mempercepat langkah menuju penggunaan energi ramah lingkungan sebagai bagian dari upaya efisiensi dan keberlanjutan usaha. Salah satu langkah tersebut dilakukan Argo Manunggal Group yang bekerja sama dengan PT Investasi Hijau Selaras (HIJAU) untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) rooftop berkapasitas 4,463 kWp di empat fasilitas produksinya.

Industri fesyen dan kriya nasional terus menunjukkan performa yang positif sepanjang awal 2026. Kontribusi sektor ini terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional tercatat mencapai Rp120,13 triliun pada triwulan I-2026, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp111,34 triliun.