Wacana pembentukan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) khusus sektor tekstil kembali mencuat seiring langkah pemerintah menyusun ulang peta jalan industri tekstil nasional. Di tengah kondisi industri yang terus mengalami kemerosotan, pemerintah menargetkan peningkatan ekspor produk tekstil hingga US$40 miliar dalam 10 tahun ke depan. Salah satu strategi yang disiapkan adalah membentuk BUMN tekstil baru dengan dukungan modal besar.

Minat investasi di sektor garmen dan tekstil nasional menunjukkan daya tahan yang kuat di tengah dinamika ekonomi global. Indonesia masih dipandang sebagai basis produksi strategis bagi berbagai merek internasional, didukung oleh infrastruktur industri yang memadai serta pengalaman panjang pelaku usaha dalam negeri.

PT Trisula Textile Industries Tbk (IDX: BELL) menunjukkan optimisme tinggi dalam menghadapi tahun 2026 seiring membaiknya kondisi industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional serta meningkatnya dukungan pemerintah terhadap sektor tersebut. Perseroan menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat kinerja keuangan, mulai dari peremajaan mesin produksi hingga pengembangan inovasi berbasis riset.

Rencana pemerintah membentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) khusus sektor tekstil mendapat sambutan positif dari pelaku industri tekstil lokal, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kebijakan ini dinilai tidak hanya mampu membangkitkan kembali industri tekstil nasional, tetapi juga membuka peluang besar terciptanya lapangan kerja baru.

Emiten penyedia kain, seragam, dan produk fashion, PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL), menargetkan pertumbuhan pendapatan hingga 8% secara tahunan (year-on-year/YoY) pada tahun 2026. Untuk mencapai target tersebut, perseroan telah menyiapkan sejumlah strategi utama, termasuk peremajaan dan modernisasi mesin produksi dengan teknologi yang lebih canggih.