PT Dynic Textiles Prestige menjadi salah satu pelaku penting dalam industri manufaktur tekstil nasional, khususnya pada segmen material non-woven untuk komponen interior otomotif. Beroperasi di kawasan industri Cikarang, Bekasi, perusahaan ini memproduksi berbagai komponen seperti plafon mobil, karpet interior, dan jok kendaraan yang dipasok ke sejumlah pabrikan otomotif besar di Indonesia.
PT Trisula Textile Industries Tbk. (BELL) mengungkapkan faktor utama yang mendorong lonjakan harga saham perseroan hingga ratusan persen sejak awal tahun. Manajemen menilai sentimen positif pasar dipicu oleh pemberitaan terkait rencana pemerintah menyiapkan dana besar untuk menopang dan membangkitkan industri tekstil nasional.
Wacana pembentukan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) khusus sektor tekstil kembali mencuat seiring langkah pemerintah menyusun ulang peta jalan industri tekstil nasional. Di tengah kondisi industri yang terus mengalami kemerosotan, pemerintah menargetkan peningkatan ekspor produk tekstil hingga US$40 miliar dalam 10 tahun ke depan. Salah satu strategi yang disiapkan adalah membentuk BUMN tekstil baru dengan dukungan modal besar.
Minat investasi di sektor garmen dan tekstil nasional menunjukkan daya tahan yang kuat di tengah dinamika ekonomi global. Indonesia masih dipandang sebagai basis produksi strategis bagi berbagai merek internasional, didukung oleh infrastruktur industri yang memadai serta pengalaman panjang pelaku usaha dalam negeri.
Advetorial
Inovasi Produk
Perspektif
Teknologi
Terpopuler
- Meski Diterpa Gempuran Produk Impor, Industri Tekstil Bandung Tetap Tumbuh
- Inovasi Daur Ulang Tekstil: Langkah Menuju Industri Fashion Berkelanjutan
- Dampak Buruk Fast Fashion terhadap Lingkungan dan Upaya Mengatasinya
- Industri Tekstil Tertekan, Konsumsi Pakaian Makin Lesu
- Pesanan AS Meningkat, Ekspor Tekstil Indonesia Tembus US$1,02 Miliar
- Industri Tekstil Mulai Bangkit, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional
- Industri Tekstil dan Garmen di Ambang Senja
- Gelombang Penutupan Pabrik Tekstil: Dampak Impor dan Kebijakan yang Tak Menentu
- Paradoks Industri Fashion: Konsumsi Tinggi, Tantangan Semakin Berat
- Revisi Kebijakan Impor dan Tantangan Daya Saing Industri Nasional