Rencana pemerintah membentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) khusus sektor tekstil mendapat sambutan positif dari pelaku industri tekstil lokal, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kebijakan ini dinilai tidak hanya mampu membangkitkan kembali industri tekstil nasional, tetapi juga membuka peluang besar terciptanya lapangan kerja baru.
Emiten penyedia kain, seragam, dan produk fashion, PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL), menargetkan pertumbuhan pendapatan hingga 8% secara tahunan (year-on-year/YoY) pada tahun 2026. Untuk mencapai target tersebut, perseroan telah menyiapkan sejumlah strategi utama, termasuk peremajaan dan modernisasi mesin produksi dengan teknologi yang lebih canggih.
Pemerintah tengah menyiapkan langkah strategis untuk menghidupkan kembali industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional melalui pembentukan badan usaha milik negara (BUMN) khusus sektor tekstil. Kebijakan ini diharapkan tidak hanya memperkuat struktur industri dari hulu hingga hilir, tetapi juga membuka peluang kerja baru bagi para pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK), termasuk eks karyawan PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex).
Rencana pemerintah membentuk badan usaha milik negara (BUMN) khusus sektor tekstil menuai respons kritis dari sejumlah pelaku industri kecil dan menengah (IKM) konveksi. Wacana yang disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto tersebut dinilai berpotensi tidak berpihak pada pelaku usaha yang telah lebih dulu bertahan di tengah tekanan industri.
- Trisula Textile Harap Stimulus Rp101 Triliun Perkuat Bahan Baku Lokal, Bukan Tambah Pesaing
- Kadin Dorong BUMN Tekstil Baru Fokus Garap Sektor Hulu
- BUMN Tekstil Dinilai Berlawanan Arah dengan Upaya Pemulihan Industri
- Produsen Benang Sambut Rencana BUMN Tekstil, Tekankan Perbaikan Iklim Usaha
- BUMN Tekstil Dinilai Jadi Kunci Penguatan Struktur Industri Nasional
Page 1 of 130
- You are here:
- Home
Terpopuler
- Meski Diterpa Gempuran Produk Impor, Industri Tekstil Bandung Tetap Tumbuh
- Inovasi Daur Ulang Tekstil: Langkah Menuju Industri Fashion Berkelanjutan
- Dampak Buruk Fast Fashion terhadap Lingkungan dan Upaya Mengatasinya
- Industri Tekstil Tertekan, Konsumsi Pakaian Makin Lesu
- Pesanan AS Meningkat, Ekspor Tekstil Indonesia Tembus US$1,02 Miliar
- Industri Tekstil Mulai Bangkit, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional
- Industri Tekstil dan Garmen di Ambang Senja
- Gelombang Penutupan Pabrik Tekstil: Dampak Impor dan Kebijakan yang Tak Menentu
- Paradoks Industri Fashion: Konsumsi Tinggi, Tantangan Semakin Berat
- Revisi Kebijakan Impor dan Tantangan Daya Saing Industri Nasional