Kesepakatan Agreement on Reciprocal Tariff (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) yang membuka sekitar 99 persen tarif barang dari AS mendapat perhatian dari kalangan akademisi. Dosen Ekonomi Internasional Universitas Airlangga (UNAIR), Dr. Unggul Heriqbaldi, menilai bahwa dalam perspektif ekonomi internasional, perjanjian perdagangan antarnegara tidak selalu berlangsung secara simetris.

Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian memastikan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) serta industri alas kaki nasional siap menghadapi peningkatan permintaan masyarakat selama bulan Ramadhan hingga Idulfitri 1447 Hijriah. Kesiapan tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan produk di pasar domestik yang setiap tahun mengalami lonjakan konsumsi pada periode tersebut.

Pemerintah Kota Bandung terus mendorong penguatan sektor modest fashion atau busana sopan sebagai salah satu potensi ekonomi yang dapat menjadi kekuatan baru bagi daerah. Industri fesyen muslim dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang karena didukung oleh ekosistem produksi yang sudah terbentuk dari skala kecil hingga produksi massal.

Konflik global yang dipicu oleh serangan militer antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran dalam beberapa waktu terakhir mulai memberikan dampak nyata terhadap aktivitas perdagangan internasional, termasuk ekspor dari Jawa Barat ke kawasan Timur Tengah. Sejumlah pengiriman komoditas, khususnya produk tekstil, terpaksa ditunda setelah pembeli di kawasan tersebut meminta penangguhan pengiriman akibat situasi geopolitik yang tidak menentu.

Kesepakatan Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) yang memberikan tarif 0 persen untuk 1.819 pos tarif produk Indonesia dinilai membuka peluang ekspor yang lebih luas ke pasar Amerika. Meski demikian, para pengamat ekonomi mengingatkan bahwa manfaat dari kebijakan tarif tersebut sangat bergantung pada kemampuan industri nasional dalam bersaing di pasar global.