PT Trisula Textile Industries Tbk (IDX: BELL) menunjukkan optimisme tinggi dalam menghadapi tahun 2026 seiring membaiknya kondisi industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional serta meningkatnya dukungan pemerintah terhadap sektor tersebut. Perseroan menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat kinerja keuangan, mulai dari peremajaan mesin produksi hingga pengembangan inovasi berbasis riset.

Rencana pemerintah membentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) khusus sektor tekstil mendapat sambutan positif dari pelaku industri tekstil lokal, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kebijakan ini dinilai tidak hanya mampu membangkitkan kembali industri tekstil nasional, tetapi juga membuka peluang besar terciptanya lapangan kerja baru.

Emiten penyedia kain, seragam, dan produk fashion, PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL), menargetkan pertumbuhan pendapatan hingga 8% secara tahunan (year-on-year/YoY) pada tahun 2026. Untuk mencapai target tersebut, perseroan telah menyiapkan sejumlah strategi utama, termasuk peremajaan dan modernisasi mesin produksi dengan teknologi yang lebih canggih.

Pemerintah tengah menyiapkan langkah strategis untuk menghidupkan kembali industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional melalui pembentukan badan usaha milik negara (BUMN) khusus sektor tekstil. Kebijakan ini diharapkan tidak hanya memperkuat struktur industri dari hulu hingga hilir, tetapi juga membuka peluang kerja baru bagi para pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK), termasuk eks karyawan PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex).

Rencana pemerintah membentuk badan usaha milik negara (BUMN) khusus sektor tekstil menuai respons kritis dari sejumlah pelaku industri kecil dan menengah (IKM) konveksi. Wacana yang disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto tersebut dinilai berpotensi tidak berpihak pada pelaku usaha yang telah lebih dulu bertahan di tengah tekanan industri.