Industri tekstil nasional kembali menyoroti lemahnya pengawasan impor yang dinilai menjadi penghambat utama pemulihan sektor tersebut. Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI) menilai pemerintah perlu segera melakukan reformasi menyeluruh terhadap pengawasan impor guna memberantas praktik ilegal dan perdagangan tidak sehat agar industri tekstil kembali mampu menyerap tenaga kerja pada 2026.
Kondisi pasar tekstil Cipadu di Tangerang, Banten, yang semakin sepi pembeli berdampak langsung pada keberlangsungan usaha para pedagang. Penurunan omzet yang signifikan membuat banyak pelaku usaha kecil di kawasan tersebut terpaksa mengurangi jumlah pekerja karena penghasilan dari penjualan tidak lagi mampu menutup biaya operasional, terutama gaji karyawan.
- Tenun Sidan Kapuas Hulu Harumkan Indonesia di INACRAFT Awards 2026
- Kesepakatan Dagang AS–Bangladesh Beri Nafas Baru Industri Garmen
- Prabowo Dorong Dunia Usaha Perluas Lapangan Kerja di Sektor Padat Karya
- DPR Ingatkan Risiko Investasi Jumbo BUMN Tekstil di Tengah Banjir Impor
- UMKM Nasional Tembus Pasar Global, Nilai Transaksi Ekspor Sentuh Rp2,27 Triliun
- Airlangga Tegaskan Tekstil Bukan Industri Senja: Kebutuhan Baju dan Sepatu Tak Pernah Hilang
- DPR Ingatkan Risiko BUMN Tekstil Raksasa: Tanpa Perlindungan, Modal Negara Bisa Hangus
- BUMN Tekstil dan Dilema Kebangkitan Industri Nasional
- Pemerintah Rancang BUMN Tekstil Baru, Investasi Jumbo Disiapkan untuk Dongkrak Ekspor
- Industri Tekstil Nilai Insentif Fiskal Berbasis Investasi Tak Jawab Masalah Utama
Page 39 of 208
- You are here:
-
Home
-
BERITA TERKINI
- INDONESIA
Terpopuler
- Meski Diterpa Gempuran Produk Impor, Industri Tekstil Bandung Tetap Tumbuh
- Inovasi Daur Ulang Tekstil: Langkah Menuju Industri Fashion Berkelanjutan
- Industri Tekstil Tertekan, Konsumsi Pakaian Makin Lesu
- Dampak Buruk Fast Fashion terhadap Lingkungan dan Upaya Mengatasinya
- Pesanan AS Meningkat, Ekspor Tekstil Indonesia Tembus US$1,02 Miliar
- Industri Tekstil dan Garmen di Ambang Senja
- Industri Tekstil Mulai Bangkit, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional