Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menargetkan lonjakan signifikan pada kinerja ekspor nasional, khususnya di sektor tekstil, dalam sepuluh tahun ke depan. Pemerintah optimistis ekspor tekstil Indonesia dapat meningkat hingga 10 kali lipat seiring semakin luasnya akses pasar internasional yang berhasil dibuka melalui berbagai perjanjian dagang strategis.

Industri tekstil nasional kembali menyoroti lemahnya pengawasan impor yang dinilai menjadi penghambat utama pemulihan sektor tersebut. Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI) menilai pemerintah perlu segera melakukan reformasi menyeluruh terhadap pengawasan impor guna memberantas praktik ilegal dan perdagangan tidak sehat agar industri tekstil kembali mampu menyerap tenaga kerja pada 2026.

Kondisi pasar tekstil Cipadu di Tangerang, Banten, yang semakin sepi pembeli berdampak langsung pada keberlangsungan usaha para pedagang. Penurunan omzet yang signifikan membuat banyak pelaku usaha kecil di kawasan tersebut terpaksa mengurangi jumlah pekerja karena penghasilan dari penjualan tidak lagi mampu menutup biaya operasional, terutama gaji karyawan.

Kabupaten Kapuas Hulu kembali menorehkan prestasi membanggakan di ajang internasional. Kerajinan tradisional Tenun Sidan khas Kapuas Hulu berhasil meraih Juara III kategori tekstil pada ajang INACRAFT Awards 2026 tingkat Asia Tenggara yang digelar di Jakarta.

Bangladesh memperoleh pemangkasan tarif impor Amerika Serikat sebesar 19 persen melalui perjanjian perdagangan bilateral yang ditandatangani pada Senin (9/2/2026). Kesepakatan ini memberikan perlakuan khusus bagi industri tekstil dan pakaian jadi Bangladesh, terutama untuk produk yang menggunakan kapas dan serat buatan asal Amerika Serikat, yang akan menikmati tarif timbal balik nol saat memasuki pasar AS.