Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji mendorong penguatan industri tekstil nasional, termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di sektor tersebut. Menurutnya, industri tekstil memiliki rantai usaha yang luas dan berkaitan erat dengan keberlangsungan berbagai sektor industri lainnya hingga pelaku usaha kecil di daerah.
Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji mendorong penguatan industri tekstil nasional, termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di sektor tersebut. Menurutnya, industri tekstil memiliki rantai usaha yang luas dan berkaitan erat dengan keberlangsungan berbagai sektor industri lainnya hingga pelaku usaha kecil di daerah.
Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menyambut positif rencana pembentukan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor tekstil sebagai salah satu upaya memperkuat industri nasional. Menurutnya, keberadaan BUMN tekstil yang kuat dapat memberikan dampak luas karena sektor tersebut memiliki rantai industri yang panjang dan melibatkan banyak pelaku usaha.
Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) mengingatkan potensi tekanan terhadap industri tekstil dan garmen apabila Rancangan Undang-Undang (RUU) Pelindungan Ketenagakerjaan diterapkan dengan berbagai ketentuan yang dinilai dapat menambah beban dunia usaha. API menilai aturan yang terlalu ketat justru dapat menghambat investasi, menahan ekspansi, hingga meningkatkan risiko keberlangsungan pabrik.
Asosiasi Garment dan Textile Indonesia (AGTI) mendorong pemerintah memperkuat industri tekstil dan produk tekstil (TPT) agar pertumbuhan yang terjadi dapat terus berlanjut. Di bawah kepemimpinan Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji, AGTI berharap pemerintah dapat menghadirkan program yang mampu mendorong pengembangan usaha, memperluas pasar, meningkatkan investasi, serta menciptakan lebih banyak lapangan kerja.
Page 2 of 117