Peluang besar tengah menanti industri tekstil Indonesia seiring dengan rencana finalisasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA) yang ditargetkan rampung pada September 2025. Kesepakatan ini dinilai akan memberikan dorongan signifikan bagi ekspor produk tekstil nasional, khususnya benang filamen, ke pasar Eropa.
Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, akan segera menjelma menjadi pusat industri tekstil baru di Indonesia seiring dimulainya pembangunan pabrik oleh PT Xinhai Knitting Indonesia. Investasi sebesar 40 juta dollar AS atau sekitar Rp 651,8 miliar dari perusahaan asal China ini ditargetkan mampu menyerap hingga 8.000 tenaga kerja lokal saat mulai beroperasi pada Juli 2026.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Kamdani, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap dampak kebijakan tarif resiprokal yang diberlakukan oleh Amerika Serikat (AS), terutama terhadap sektor Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) seperti sepatu dan furnitur. Menurutnya, sektor ini merupakan salah satu yang paling rentan, apalagi dalam kondisi industri tekstil nasional yang masih dalam tekanan berat.
Tercapainya kesepakatan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia–Uni Eropa (IEU CEPA) menjadi kabar baik bagi industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional. Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Anne Patricia Sutanto, menyatakan bahwa perjanjian ini akan mendongkrak investasi dan membuka peluang ekspor yang lebih luas ke pasar Uni Eropa.
Pembangunan pabrik tekstil baru di Brebes, Jawa Tengah, menandai langkah penting dalam penguatan sektor industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional. PT Xinhai Knitting Indonesia, investor asal China yang bekerja sama dengan brand internasional H&M, resmi menanamkan investasi sebesar lebih dari US$ 40 juta atau sekitar Rp 648 miliar untuk membangun pabrik seluas 8 hektare.
Page 68 of 130