Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memantau perkembangan industri tekstil di dalam negeri yang tengah menghadapi tekanan akibat situasi global yang memburuk. Kejatuhan banyak perusahaan tekstil dalam beberapa waktu terakhir menjadi perhatian utama, mengingat sektor manufaktur, termasuk tekstil, memiliki peran besar dalam perekonomian nasional serta penerimaan negara.

PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex, yang pernah berjaya sebagai raksasa tekstil Indonesia, kini resmi dinyatakan pailit oleh Pengadilan Negeri Niaga Semarang. Perusahaan yang berdiri sejak era Orde Baru ini tak mampu bertahan menghadapi tekanan finansial hingga akhirnya terjerat utang.

Sepanjang tahun 2024, jumlah pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia mencapai 77.965 orang. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 20,21 persen dibandingkan tahun 2023 yang mencatatkan 64 ribu pekerja terkena PHK.

Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) Indonesia tengah menjadi sorotan dengan potensi masuknya investasi baru. Meski demikian, kedatangan investasi ini tidak otomatis menyelesaikan persoalan yang membayangi sektor TPT dalam negeri.

Para pelaku industri tekstil dan pakaian jadi dari Amerika Serikat (AS) serta berbagai negara lainnya mengungkapkan kekhawatiran terhadap kebijakan tarif tambahan yang sedang dipertimbangkan oleh pemerintah AS. Meskipun Presiden Donald Trump tidak mengumumkan kebijakan tersebut pada hari pelantikannya, kecemasan tetap mengemuka karena kemungkinan penerapannya masih ada.